Tags

, , , , , , ,

Medan, (Mubarak)

Gunung Sinabung yang terletak di Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara meletus Sabtu (28/8/10) tengah malam pukul 23.30 WIB.

Setelah Mubwil, Murtiyono Yusuf Ismail tengah membuka Twitter, beliau melihat adanya berita permohonan doa dari teman sejaringannya Ndorokakung untuk saudara kta yang tinggal di kaki Gunung Sinabung, karen sedang menghadapi bencana meletusnya Gunung Sinabung. Maka sekitar pukul 00.30 beliau langsung menghubungi Muballigh Mln. Tarmizi Ali, Nurdin Ginting (Ketua Jemaat Brastagi), Koto (Ketua Jemaat Kaban Jahe) dan beberapa anggota seperti Mamak Siti dan Bp Edi. Namun dari nama-nama yang dihubungi ada hanya Bp Koto dan Mamak Siti yang dapat diajak komunikasi.
Dalam hal ini Mubwil meminta info kondisi anggota. Mubwil Menginstruksikan agar Bp Koto meluncur ke rumah Bp Nurdin Ginting dan Bp Mblg untuk memberitahukan kejadian Meletusnya Sinabung, dan dan memberikan petunjuk untuk membantu korban bencana yang sedang kebigungan mengungsi. Bantulah sesuai kemampuan yang ada, terutama memobilisasi korban untuk menjauh dari radius ledakan, yang sementara ini Kota Brastagi atau Kaban Jahe masih relatif aman.
Baru sekitar pukul 03.00 Mln. Tarmizi baru menghubungi krn adanya pesan sms dari Mubwil. Beliau melaporkan bahwa ada sekitar dua jaman debu vulkanik menyelimuti Masjid dan Rumah missi di desa Semangat tersebut. Dan sudah sangat macetnya akses utama jalan menuju ke kota Brastagi.

Keseluruhan warga yang berada di sekitar kaki gunung Sinabung juga dilaporkan telah mengevakuasi diri ke arah kota Kabanjahe. Selain anggota keluarga, masyarakat juga dilaporkan berupaya membawa sebagian barang milik mereka untuk diamankan.

Sebelumnya, masyarakat sekitar Gunung Sinabung tidak menduga gunung akan meletus karena mendapat informasi dari petugas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa gunung tersebut masih dalam kondisi aman, namun tiba-tiba meledak, beberapa penduduk yang ditemui.

Sebelumnya Gunung Sinabung yang memiliki ketinggian 2.460 meter di atas permukaan laut itu mulai menunjukkan aktivitasnya dengan mengeluarkan asap hitam pada hari Sabtu (28/08) pagi.

Lebih lanjut Bp Mubwil memberikan petunjuk apa saja yang harus dilakukan jika kondisi semakin kritis. Beliau juga terus akan berusaha menghubungi Tim Humannity First (HF) atau Umur Ama PB untuk menindak lanjuti bantuan korban bencana Gunung Berapi. Dari info yang di himpun Tim HF Nasional melalui Bp Eki sudah mendapat konfirmasi dari Bp Mubwil tentang kjadian ini. Pihaknya akan terus memantau perkembangan dilapangan. M.sufi