Tags

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Medan, (Mubarak)

Malam sangat cerah dilangit Kota Medan, nampak kesibukan di rumah Misi Medan. Dalam kesibukan malam itu rupanya ada acara kecil-kecilan, ngaliwet, setidaknya itulah judul dari pertemuan malam itu (24/09).
Ya, ngaliwet ini merupakan kebiasaan masyarakat Cianjur Jawa Barat untuk mengikat tali kekerabatan.   Sedangkan yang mengolah makanan untuk urusan nasi dan perlengkapan santap malam adalah Ibu Mubwil sendiri, ini juga karena ibu Mubwil berasal dari Cianjur dengan di temani oleh Nurul salah seorang anggota LI Medan. Sedangkan para Khuddam sibuk membakar ikan bakar yang di sumbang langsung oleh seorang Anshar Bp Muslihuddin Nashir sebanyak 1 kg ikan Laut dan 1 kg ikan Mujaer.   Acara tersebut memang sedikit mendadak. Beberapa Khuddam berdatangan untuk memenuhi undangan yang di kirim melalui SMS saja.   Ada sekitar 9 orang Khuddam, 1 Athfal, 1 abna dan 2 LI yang ikut meramaikan acara tersebut. Para Khuddam bertanya-tanya kepada Bp Mubwil, ini acara apa pak? Beliau menjawab, ini acara hanya sebagai bentuk menandai niat yang akan di kerjakan dalam rangka mensukseskan agenda dan harapan baru untuk kemajuan Jama’ah Ahmadiyah Medan.
Acara malam itu sangat meriah akrab dan santai, berhiaskan asap dari pembakaran ikan dan asap kertas bekas alas telur yang di peruntukkan mengusir nyamuk malam itu.  Nyamuk malam itu sangat banyak, hal ini dikarenakan beberapa halaman Masjid yang dipenuhi semak belukar sudah mulai dibersihkan.  Para khuddam sangat menikmati makanan khas Cianjur tersebut.   Nasinya harum, enak dan khas, setidaknya itulah beberapa kalimat yang terlontar malam itu sebagai ekspresi dari rasa senang dapat berkumpul dalam acara tersebut.
Rupanya ikan bakar, nasi liwet dan lalapan, dapat meningkatkan konsentrasi mereka untuk mendengarkan beberapa nasihat Bp Mubwil Murtiyono YI. Tanpa terasa oleh para Khudam, beliau membawah pada suasana diskusi kecil seputar kemajuan, dan langkah-langkah yang harus para khuddam kembangkan di Medan ini.  Beliau mengarahkan bagaimana pentingnya khudam untuk ikut aktif dalam  kegiatan cabang.  Karena ini bukan saja akan bermanfaat bagi Jemaat, yang terpenting akan membawa manfaat bagi perubahan pribadi masing-masing.  Sehingga dapat berdampak meningkatnya ibadah dan kecerdasan diri.  Akhirnya harapan bersama diikat dalam pertemuan malam itu.  Jayalah MKAI Medan, maju terus demi masa depan mu. Ikram