Tags

, , , , ,

Sort Prayer Medan, (mubarak). (02/05).  Udara di Medan pagi itu terasa segar dan ringan. Pagi ini Mubwil Murtiyono Yusuf Ismail bersiap diri menunggu Bp Junaidi guna menjemput Amir Nasional Mln. H Abdul Basit Shd, yang sedianya akan berkunjung ke beberapa Jemaat di Sumatera Utara. Kedatangan Amir Nasional merupakan pelunasan hutang kehadiran beliau yang tertunda ketika tidak dapat hadir pada Jalsah Salanah di Medan awal 2011 yang lalu. Dengan senyum khasnya beliau menyapa para anggota yang ketika itu sudah siap untuk melaksanakan ibadah Sholat Juma’at. Mubwil juga telah memberikan kesempatan kepada Amir Nasional untuk menyampaikan materi khutbah Jum’at. Dalam Khutbah Juma’at beliau mengulas prihal “Perlunya sabar dalam setiap Musibah”. Selepas Khutbah dan Imam Sholat Juma’at, beliau melanjutkan diskusi dan tanya jawab dengan para anggota dan saling melepas rindu. Tak bisa di hindarkan, sesekali beliau menyisipkan beberapa humor dalam percakapan. Tepat pukul 15.00 Amir Nasional melanjutkan kunjungannya ke Tebing Tinggi dengan diantar oleh Mubwil Murtiyono dan rombongan diantaranya (Keluarga Mubwil, Mln. Sarmad Ahmad, Mln Abdus Satar dan Seorang Anshor Bp Nasboon Hasibuan SH). Tepat pukul 17.00 rombongan sampai ke Masjid Tebing Tinggi. Menjelang Maghrib para anggota Jamaah di Tebing Tinggi dan beberapa Jemaat terdekat, mulai berdatangan henda bersilaturrahmi dengan Amir Nasional. Ba’da Sholat Maghrib di jamak dengan Isya’ dilakukan makan malam. Kemudian setelah itu diskusi dan tanya jawab pun di lakukan. Suasana akrab, hangat dan penuh dengan kekeluargaan mewarnai pertemuan malam itu. Namun kali ini rombongan bertambah satu mobil yaitu rombongan Anshorullah dari Tebing yang hendak melaksanakan pertemuan Anshorullah di Tanjung Balai. Dikarenakan adanya permintaan untuk mampir ke Cabang di Kandangan, maka hari sabtu pukul 08.00 Amir menyempatkan diri mengunjungi Cabang Kandangan. Setelah bertemu dengan para anggota, melihat kondisi Masjid dan rumah misi, Amir memimpin doa untuk kemjuan anggota di Kandangan dan juga untuk keselamatan di perjalanan. Kembali rombongan melanjutkan perjalanan menuju Tanjung Balai. Dua jam kemudian kami sampai di Tanjung Balai. Suasana sangatlah meriah. Rombongan disambut dengan senyuman oleh para anggota yang telah berkumpul menunggu kedatangan kami. Dalam pertemuan Amir Nasional memberikan arahan kepada para anggota, bagaiman harus berlaku sabar dalam setiap menghadapi ujian. Lebih jauh beliau menjelaskan bagaimana perlunya memperkuat kedekatan kita dengan Allah Ta’ala dan melaksanakan sebaik-baiknya contoh suri tauladan Nabi Muhammad Rasulullah SAW. Karena di dalam keitaatan kepada-Nya lah kita akan mendapatkan jalan kesuCheckingksesan dan keselamatan berapa besar pun cobaan itu. Setelah makan siang dan diskusi tanya jawab, Amir Nasioanal dan rombongan berpamitan untuk kembali lagi pulang ke Medan. Dalam perjalanan pulang, ada hal yang lucu, yaitu ketika Amir menanyakan kepada Mubwil menanyakan “sudah berapa lama mengemudikan mobil keluar kota? Mubwil mejawab sekitar baru 2 kali ini pak. Lalu Amir pun sambil tersenyum berkata “pantas kaki saya ikut ngerem..:))”. Alhamdulillah perjalan selam empat jam menuju Medan dilalui tanpa halangan dan sangat berkesan. Karena sepanjang jalan, rombongan hampir tidak ada yang mengantuk karena jok-jok Amir Nasional dapat membius rombongan untuk tidak tertidur, hingga tiba kembali ke Medan pukul 20.30.

Keesokan harinya pada hari minggu kami mengadakan perjalanan kembali.  Kali ini kami menuju Brastagi.  Suasana sejuk dan perkebunan sepanjang Jalan Brastagi mempu melupakan rasa letih kami di perjalanan.  Setlah sampai di Masjid, anggota telah ada di Masjid.  Percakapan kecil pun terjadi prihal bagaimana keadaan anggota di Brastagi.  Tak terasa masuk sudah waktu Sholat Dhuhur.  Kami pun bergegas menunaikan sholat Dhuhur.  Setelah Shoat selesai kami di hidangkan makan siang.  Peretemuan tersebut terasa akrab sekali ditambah lunch yang segar hasil sayur mayur kebun anggota.  Setalah puas berbincang dengan sesekali tawa terlontas, nampaknya rombongan memang sudah harus pulang.  Kami pun berpamitan.  Rupanya kami sudah di tunggu Ketua Medan Bp Rafiq Ahmad di rumah beliau untuk makan malam.  Namun yang luar biasa, setelah pulag ke Masjid, kami pun sudah di sambut kembali untuk santap malam di rumah Ibu Ida Yono. Sufi