Tags

, , , , , ,


15 Agustus 2011
PRE 01/400/2011

Indonesia: Serangan massa baru atas Ahmadiyah di tengah
kontroversi hukuman
Pihak berwenang Indonesia harus bertindak untuk menghentikan serangan terhadap minoritas
Ahmadiyah di negara itu, Amnesty Internasional mengatakan hari ini, setelah kelompok Islam
radikal menyerang Ahmadiyah di Makassar, Sulawesi Selatan.
Ratusan anggota kelompok Front Pembela Islam (FPI) menyerang lebih kurang sepuluh
anggota Ahmadiyah di tempat ibadah mereka pada hari Minggu.
Bersenjata dengan parang dan bambu, anggota FPI menyerbu tempat ibadah Ahmadiyah
sekitar jam 1 pagi dan setidaknya satu anggota Ahmadiyah mengalami cedera kepala yang
serius.
Tiga pembela HAM lokal , dua dari Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (LBH) di Makassar
dan satu dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) dipukuli oleh massa ketika
mencoba untuk menghentikan serangan. Menurut mereka, petugas polisi yang hadir tidak
melakukan apapun untuk menghentikan kekerasan atau melindungi para korban.
“Pemerintah Indonesia harus segera menyelidiki dan menghukum serangan terhadap
Ahmadiyah dan pembela HAM di Sulawesi Selatan,” kata Donna Guest, Deputi Direktur Asia-
Pasifik, Amnesty International.
“Mereka juga harus menyelidiki tuduhan bahwa polisi berdiri dan tidak melakukan apapun
untuk menghentikan serangan ini.
Malam sebelumnya, puluhan anggota FPI telah merusak bangunan, memecahkan jendela dan
merusak satu mobil.
“Kami khawatir bahwa beberapa kelompok sekarang berpikir bahwa mereka dapat menyerang
kelompok minoritas agama dan pembela hak asasi manusia tanpa takut konsekuensi serius,”
kata Donna Guest.
Serangan baru ini telah terjadi di tengah kontroversi hukuman atas serangan massa fatal pada
bulan Februari di provinsi Banten terhadap rumah seorang pemimpin Ahmadiyah oleh lebih
dari seribu orang memegang batu, parang, pedang dan tombak.
Pengadilan Indonesia hari ini jatuhi hukuman enam bulan penjara terhadap Deden Sudjana
anggota Ahmadi untuk hasutan dan penganiayaan semasa serangan massa bulan Februari
terhadap properti Ahmadiyah. Tiga anggota Ahmadiyah dipukuli sampai mati dalam serangan
itu.
Pada tanggal 28 Juli, 12 dari penyerang menerima hukuman tiga sampai enam bulan, dan
tidak ada yang diadili karena kejahatan pembunuhan.
“Komunitas Ahmadiyah tidak menerima perlindungan yang memadai dari aparat keamanan
atau pengadilan,” kata Donna Guest.
Pada bulan Januari 2011, ratusan anggota FPI menyerang sebuah pusat komunitas
Ahmadiyah di Sulawesi Selatan, merusak gedung, sementara polisi memandang. Amnesty
International tidak mengetahui kalau adanya penyelidikan atas serangan ini.
Ada juga laporan tentang razia di tempat hiburan dan warung makanan oleh anggota FPI di
Makassar sejak awal Ramadhan, bulan suci orang Islam berpuasa.
Pemerintah provinsi Sulawesi Selatan dilaporkan tengah mempersiapkan Peraturan Gubenur,
melawan hukum, yang akan membatasi aktivitas Ahmadiyah di provinsi tersebut.
“Ada kekhawatiran bahwa pihak berwenang tidak memperlakukan kekerasan terhadap
Ahmadiyah secara serius. Polisi Indonesia harus berbuat lebih banyak untuk melindungi
minoritas agama dari serangan dan intimidasi, “kata Donna Guest.
Ahmadiyah adalah kelompok agama yang menganggap dirinya bagian dari Islam, namun
banyak kelompok Islam mengatakan mereka tidak mematuhi sistem kepercayaan yang
diterima.  Rahmadt Ali
Dokumen Publik
****************************************
Untuk informasi lebih lanjut harap hubungi kantor pers Amnesty International di London,
Inggris Raya pada nomor +44 20 7413 5566 atau email: press@amnesty.org
Sekretariat Internasional, Amnesty International, 1 Easton St., London WC1X 0DW, Inggris
Raya