Tags

, , , , , , , , , , , , , , , , ,

Medan,(Mubarak).  Setelah shalat maghrib para peserta mulai berdatangan ke mesjid mubarak Medan.  (09/07). Tidak lain kedatangan mereka ke Mesjid Mubarak adalah untuk mengikuti SKILLS TRANING CLASS (STC) yaitu Kelas Pelatihan Ketrampilan yang di pusatkan di Rumah Missi.   Acara ini untuk yang pertama kalinya dilaksanakan secara gabungan walau pun sebelumnya anggota  Medan secara khusus sudah melaksanakan kegiatan keterampilan tersebut.

Walaupun rasa penat dan kantuk menghinggapi mereka, hal itu tidak menyurutkan semangat dan animo para peserta untuk mengikuti kegiatan STC, yaitu dengan banyaknya yang hadir terlihat jelas tidak hanya tua, muda, bapak-bapak dan ibu-ibu saja, tapi anak-anak athfal pun mereka cukup antusias dan serius dalam memperhatikan dan mendengarkan arahan, penjelasan, tanya-jawab dll dari para Tutor/pemateri. Peserta yang hadir dalam acara Pelatihan Keterampilan tersebut kurang lebih sebanyak 30 orang dari berbagai Cabang Jemaat yang ada di SUMUT Wilayah Barat & Wilayah Timur.  Data info yang di dapat bahwa, para peserta sebelumnya memang sudah di registrasi untuk mengikuti pelatihan.  Umumnya bagi mereka yang memiliki jiwa wirausahadan ketrampilan agar nantnya dapat mengembangkan sendiri di daerah mereka.

Acara Pelatihan Keterampilam tersebut dibagi kedalam dua sesi, sesi pertama diisi dengan Pelatihan Keterampilan IT( cara merakit Komputer) dan sesi yang kedua diisi dengan Pelatihan Keterampilan Menyamblon ( cara & teknis menyablon yang baik).  Sesi yang pertama ini dilaksanakan pada Sabtu malam, (9/07).  Acara yang dimulai setelah shalat Isya yang dipandu langsung pakar IT Jemaat Medan dengan Tutor Muhammad Syarif  menjelaskan cukup panjang lebar dan detail tentang perjalanan sejarah komputer hingga sekarang.  Kemudian bagaimana cara merakit computer, penjelasan yang panjang lebar dan detail tersebut membuat para peserta STC menjadi kebingungan. Karena sebagian besar peserta yang hadir adalah para pemula dalam pengetahuan IT khususnya dibidang Komputer ini.  Sehingga banyak menimbulkan pertanyaan dari para Peserta Keterampilan.  Tetapi syukurlah setelah banyaknya pertanyaan, para peserta mulai dapat memahami permasalahan komputer itu sendiri.  Bahkan Bp Miswanto sendiri yang tadinya tidak mengerti bagaimana itu komputer sekarang beliau memiliki keyakinan dapat merakit komputer.  Asala ada kemauan tambahnya.  Sesi pertama ini berlangsung selama 4 Jam sampai pukul 23. 30 malam, setelah acara sesi pertama selesai para peserta disuguhkan dengan berbagai macam tayangan Penyablonan pada Kaos dari beberapa Negara di Dunia, ada penyablonan secara sederhana/ manual yaitu masih menggunakan jasa manusia, ada juga yang menggunakan Fasilitas Modern yaitu dengan Menggunakan Mesin Sablon. Mulai dari Pemberian cat sampai Finishing/pengeringan sablon tersebut. Sehingga hal itu bisa membuat para peserta yang tadinya sudah mengantuk sekali pun terbangun lagi melihat tayangan penyablonan kaos tersebut. Yang paling menarik tentang penyablonan kaos yang ada dalam tayangan tersebut adalah yang berasal dari Negara India, dalam teknis penyablonannya tersebut ada adegan menginjak kain sablon tersebut.

Setelah shalat Shubuh para peserta usai menikmati hangatnya teh & sarapan pagi, tepat pukul 08.00 Wib.   Acara sesi kedua yaitu Pelatihan Keterampilan Menyablon langsung dimulai dengan Tutor Bapak Mubaligh Wilayah Medan, Mln. Murtiyono Yusuf Ismail. Berbeda dari sesi pertama dalam sesi kedua ini para perserta lebih bersemangat dan antusias lagi dalam mengikuti Kegiatan Pelatihan tersebut, karena pikiran pun masih fress dan fisik pun makin lebih bergairah setelah diistirahatkan beberapa jam sebelumnya.

Selama kurang lebih dua jam tutor dengan begitu santainya menyampaikan materinya, karena saking semangat dan antusiam para peserta banyak yang bertanya disela-sela tutor sedang menyampaikan materinya, sehingga hal itu menambah hidup suasana dalam Pelatihan Keterampilan Menyablon sesi kedua ini.  Setelah Tutor usai menyampaikan materinya, akhirnya yang ditunggu-tunggu para peserta pun sudah diujung mata yaitu mereka ingin langsung memperaktekan apa yang sudah mereka dapatkan dari Tutor tentang bagaimana menyablon pada kain/kaos tersebut.

Satu persatu sebagian peserta maju unjuk kebolehan untuk praktek langsung cara menyablon kaos pada kain, yang sebelumnya sudah diawali oleh tutor. Ada yang menyablon di atas jaketnya, ada yang di tishirt dalamnya, ada juga yang dikaos bola bahkan ada juga yang gagal karena kurang pas waktu mengepres cetakan sablonnya.  Namun para peserta semuanya merasa puas dan bangga karena mereka sudah dapat bekal ilmu dan Pengetahuan yang bisa mereka kembangkan dan karyakan guna kelangsungan hidup mereka dimasa yang akan datang. Sarmad