Tags

, , , , , ,

Oleh Intan

Pluralisme merupakan salah satu tema yang  paling hangat  di perdebatkan  oleh masyarakat saat ini yang tidak pernah ada habis- habisnya.

Pluralisme merupakan bentuk keberagaman, kebhinekaan. Keberagaman yang dimaksud disini bukan merupakan realitas sosial, melainkan juga sebagai gagasan-gagasan, paham-paham, dan fikiran-fikirannya. Keberagaman maupun kebhinekaan merupakan sesuatu yang telah terberlangsung sejak berabad- abad, jauh sebelum negara terbentuk.  Didalam UUD 1945 yang menyatakan bahwa”Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing- masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannyaitu”. Atas dasar undang- undang ini, semua warga negara, dengan beragam identitas kultural, suku, jenis kelamin, agama, dan sebaliknya, wajib dilindungi oleh negara. Artinya negara tidak boleh mendiskriminasi warga negaranya dengan alasan apapun.

Indonesia juga merupakan negara yang demokratis. artinya , setiap individu memiliki hak hidup, mengekspresikan pikiran serta pendapatnya. Jadi sistem demokrasi yang seharusnya diterapkan dinegara tercinta ini adalah sistem demokrasi yang meniscayakan kebebasan, kesetaraan, dan penghormatan martabat, dengan menghormati hak-hak tersebut.

Manusia yang memiliki pengetahuan yang sangat dangkal, yang sebagaimana ia  beranggapan yang sebagaiman kita ketahui sampai saat ini menjadi permasalahan yang tidak berujung pangkal sehingga dinegara kita belum terciptanya suatu bangsa yang merdeka. Pengetahuan yang dangkal  manusia berpemahaman dari firman tuhan yang menyatakan bahwa orang yang tidak berhukum dengan apa yang diturunkan Allah adalah orang kafir, zalim,dan fasik (QS al-maidah[5]44,45,47).  Didalam firman Allah ;” apakah hukum jahilliyah yang mereka kehendaki dan hukum siapakah yang lebih baik daripada hukum Allah bagi orang- orang yang yakin (QS al-maidah[5]:50).berdasarkan ayat- ayat tersebut mereka meyakini bahwa tidak boleh menerima keyakinan dan pikiran lain kecuali keyakinan dan pemikiran islam.dengan demikian, pluralisme merupakan hal yang terlarang dan harus dilawan. Meyalahkan pihak lain, adalah bentuk kebodohan yang  nyata sekaligus kekeliruan besar terhadap teks-teks suci islam. alQura’n mengkritik mereka sebagai orang-orang yang tertutup pikiran dan hatinya.(QS Muhammad[47];24).

Sebagai negara yang merdeka, tidak boleh ada paksaan bagi seseorang untuk memeluk suatu agama atau pindah agama, maupun tidak memilihnya. karena kebenaran maupun sesuatu yang salah sudah dibentangkan oleh tuhan, dan terserah manusia tersebut jalan mana yang ia tempuh. Sebagaimana yang kita ketahui, tuhan menciptakan manusia berbeda- beda, maka jelaslah bagi kita bahwa perbedaan itu adalah suatu hal yang indah dan tanpa perbedaan dunia ini tidak berwarna.

Didalam deklarasi kairo pasal 1 “ Manusia adalah satu keluarga,sebagai hamba Allah daan berasal daari ada. Semua orang adalah sama dipandang dari martabat dasar manusia dan kewajiban dasar mereka tanpa diskriminasi ras, warna kulit, bahasa, jenis kelamin, kepercayaan agama, ideologi politik, status sosial, atau pertimbangan-pertimbangan lain. jadi, jelaslah bagi kita pluralisme merupakan aspresiasi yang tinggi.  Apabila setiap pikiraan, ide, gagasan, aturan, dan tradisi apapun yang tidak dapat mewujudkan prinsip- prinsip tersebut dalam kehidupan nyata, merupakan wujud kegagalan manusia dalam memahami teks- teks agama.

Sikap terhadap pluralitas beragama:

  • Sikap eksklusif artinya agama dipandang sebagai buatan manusia sehingga tidak layak menjadi pedoman.yang menyatakan bahwa sekumpulan orang yang berada  dalam kegelapan, kekufuran, dan tidak mendapat petunjuk tuhan kitab suci agama lain dianggap tidak asli karena didalamnya telah ada perubahan menyesatkan yang dilakukan oleh para tokoh agamanya.
  • Sikap inklusif, yang menyatakan tentang pentingnya memberikan toleransi terhadap individu yang berpandangan keagamaan terhadap sikap tunduk hanya kepada tuhan
  • Pluralis, setiaap agama memiliki jalannya sendiri- sendiri.

Jadi kaum pluralisme dalam beragama mengatakan semua agama umumnya menawarkan jalan keselamatan bagi manusia yang mengandung kebenaran religius.

Jadi, keberagaman dalam beragama merupakan suatu kekayaan suatu bangsa. Impian suatu bangsa adalah “PEACE AND LOVE  EACH OTHER”