Tags

, , ,

ProsesiAkad Nikah, baju putih Muhammad Irfan Bin Irianis Sutan BandaroMedan, Masjid Mubarak (8/12).   Hari ini seperti  Juma’at-jum’at biasanya para anggota Jemaat di Masjid Mubarak Medan melaksanakan Sholat Jum’at.  Sedang khatib giliran Mln. Sarmad Ahmad.  Mengangkat masalah “Ajaran Rasulullah SAW Tentang Keimanan”.

Namun dari yang biasa tersebut, rupanya ada yang sedang merasakan Jum’at ini hari yang sangat luar biasa dan bersejarah.  Setelah Khutbah dan Sholat Jum’at, Pak Hasmar Siregar anggota biasa memangilnya yang juga sudah langganan memberikan pengumuman, berdiri dan mengumumkan bahwa setelah Sholat Jumat ini insyallah akan diadakan akad nikah antara Muhammad Irfan bin Irianis Sutan Bandaro dengan Rina Meini Harahap.

Maka tanpa basa-basi lagi Bapak Mubwil Mln. Murtiyono Yusuf Ismail berdiri menyampaikan khutbah nikah.  Ada sekitar enam pesan yang di sampaikan dalam khutbah nikah tersebut.

Dengan menyitir ayat:

1.            Ali Imran : 103

2.            An Nisa-2

3.            Al Ahzab 72

Diantaranya dari enam pesan tersebut adalah:

1.            Berusaha keras menjadi pribadi yang bertaqwa

2.            Semua orang berjodoh dan hannya selera/nafsu yang membatasi itu

3.            Al Yaum ada tiga (امس : amsi, الآن: Sekarang, dan غدا: Besok).

Kita akan melalui tiga masa, yaitu yang sudah lewat dimana menjadi pelajaran untuk kita.  Sekarang, menjadi plaining agenda kedepan dan menentukan langkah hidup.  Kemudian Besok, bermodal pelajaran dulu, dan sekarang menjadi motivasi mewujudkan target-target yang ingin kita raih di masa akan datang.  Karena kesuksesan bukan milik masa depan, tetapi kesuksesan adalah merupakan kridit poin masa sekarang.  Jadi tolak ukur Fazan Fauzan Azhiima adalah maksimalisasi amalan di waktu sekarang.

4.            Hindari pergunjingan

Di dalam menjalani hidup gunjingan suatu hal yang pasti akan kita dapati.  Hannya tantangannya apakah kita terlalu respon dengan pergunjingan tersebut atau kita bekerja sesuai dengan apa yag menjadi petunjuk ajaran agama?  Jangan beranggapan semua orang sepakat dengan kita.  Tetapi kita perlu tunjukkan semaksial mungkin dalam menjalani kehidupan.  Kita harus menjadi pribadi ahsanul makhluqaat ( sebaik-baik penciptaan) dan yanfa’u linnaas-I (bermanfat bagi manusia).

5.            Memaafkan

Sebuah contoh sahabat, Rasulullah saw ketika sedang duduk-duduk dengan para sahabat, lalu beliau bersabda: maukah kalian aku tunjukan seorang ahli surga?  Lalu serempak para sahabat menjawab mau yaa Rasul.  Itulah dia, sambil beliau menunjuk ke salah seorang yang baru masuk ruangan dengan tergopoh-gopoh.  Janggutnya masih terlihat basah oleh air wudhu, sambil mententeng sepasang sandalnya.  Keesokan harinya Rasul juga menyatakan hal yang sama sebagaimana yang beliau sampaikan kemarin.  Ada seorang sahabat yang penasaran atas amal apa orang tua itu mendapat Surga, dia bernama  Abdullah bin Amr.  Abdullah sengaja bertemu dengan orang tua tersebut.  Hai orang tua, aku sedang ada masalah dengan orag tua ku, maukah aku menumpang barang tiga  hari saja di rumah mu?  Lalu orang tua tersebut mempersilahkan dengan senang hati.  Selama tiga hari Abdullah memperhatikan orang tua tersebut dan tak nakpak olehnya yang istimewa terdapat pada orang tua itu.  Lalu kemudia dia pun beranikan diri untuk menannyakan, kata Rasulullah saw engkau seorang ahli surge,  gerangan apa yang membuat engkau layak menjadi pewaris surga?  Lalu orang tua itu menjawab: aku hannya memiliki kebiasaan sebelum tidur aku mengingat siapa saja orang-orang yang berbuat salah kepada ku dan aku berusaha untuk memaafkan, lalu aku berdoa kepada Tuhan agar besok hari saat  aku bangun Tuhan berkenan menghapuskan semua sakit hati ku.

Memaafkan adalah suatu tindakan yang sangat mulia dan sangat di perlukan di dalam menjalani kehidupan berumah tangga kelak.

6.            Masih Mau’ud as bersabda:

Berusahalah menjadi orang yang bertaqwa, ketika kalian menjadi seorang muttaqi, maka Tuhan akan memudahkan segala urusanmu.

Wamayyattaqillaaha yaj’allahu makhrajaa wa yarzuqhum minhaitsu laa yahtasiib ¬  (at-Talaq:4-5)

 

Setelah khutbah nikah berakhir, dilanjutkan prosesi akad nikah.  Orang tua wali sendiri Muhammad Yunus Harahap yang menikahkan putrinya Rina Meini.  Bertindak selaku saksi Hasmar Siregar dari laki-laki, dan dari perempuan Ir. Mahmuddin.  Akad nikah pun alhamdulillah berjalan lancar, maka setelah ucapan MUBARAK di berikan snack kecil pun mulai di bagikan.  Sepotong roti bolu dan sebuah Lemper abon dengan satu gelas minuman Aqua.  Kemudian keluarga yang berkepetingan segera menuju ke KUA untuk mencatatkan pernikahan kedua mempelai.

 

MUBARAK SEMOGA ALLAH TA’ALA YANG MAHA PENGASIH MEMBIMBING ANDA UNTUK MEWUJUDKAN KELUARGA YANG RUKUN DAMAI SENTOSA DI BAWAH BERKAH DAN KARUNIANYA.  AMIIN.  Red. M.sufi