Tags

, , ,

Medan, Mubarak Mosque- (13/08) Tim Humanity First (HF) mengadakan pengkhidmatan sosial untuk korban sosial Etnis Rohingya-Myanmar yang ada di Camp Pengungsi Padang Bulan Medan.  Setelah mengadakan komunikasi dengan Tim HF Nasional di Jakarta, maka tanpa berfikir panjang kami mulai prepare beberap kebutuhan dengan anggaran yang ada.  Mulai dari pembuatan aksesoris id, stiker, kaos, dan spanduk hingga pembelian bahan utama bantuan yang meliputi: (Gula, Beras, Sarden, Tepung Atta, terigu, Minyak Goreng, Indomie, Kacang Kuda, Susu Kental manis, Teh, Biscuite, Margarin, Agar-agar dan bahan perlengkapan lainnya). Maka dengan menggunakan mobil Xenia yang di berikan oleh salah seorang anggota cukup untuk mengangkut bahan bantuan.

Prepare bahan bantuan ini di siapkan sehari penuh setelah kami selesai belanja, sekitar pukul 16.00 WIB ba’da sholat Ashar kami langsung menuju lokasi.

Kami pun cukup was-was apakah bahan bantuan dapat terdistribusikan sebelum sholat maghrib atau kami terpaksa buka di jalan? Hal ini cukup beralasan dimana menjelang lebaran ini jalan di kota Meda sudah sangat padata dan macet.  Akhirnya kami putuskan untuk lewat pinggir kota yaitu Ringroad.  Meski sedikit memutari kota paling tidak jalanan tidak macet.  Namun benar saja, sampai di daerah Setia Budi kami pun akhirnya memilih buka di jalan setelah kami lihat jam di tanga sudah menunjuk pukul 18.15 WIB.  Kami dengan rombongan berhenti di sebuah kedai APJ (Ayam Penyet Jakarta) di depan Universitas Sumatera Utara (USU).  Baru setelah berbuka kami pun langsung meluncur ke lokasi.  Di lokasi Qaid Wilayah Khudam Miswanto telah menunggu dengan 3 oraag kawan dari ASB Aliansi SUmut Bersatu.

Berikut berita bergambar pengkhidmatan sosial TIM HUMANITY FIRS (HF) Medan, di camp Pengungsi Rohingya-Padang Bulan Medan.  Mereka terdata secara cacah jiwa ada 42 orang, dan masih ada beberapa lagi yaitu di hotel pelangi, Sentabi, Top In, dan penjara Imigrasi Belawan.  Perjalanan mereka terhitung cukup lama dalam mencari suaka, setelahnya sebelum sampai di Indonesia sekitar tahun 80 an mereka mencari suaka di Banglades-Thailand, Malaysia dan terakhir sudah ada 2-3 tahun bermukim di Indonesia.

Dari Malaysia mereka hannya menaiki perahu sayur untuk dapat menyeberang ke Indonesia.

Para pengungsi nampak gembira sekali menyambut kedatangn Tim Humanity First.  Segera, tanpa di komando mereka ikut menurun-nurunkan bahan bantuan, sambil sesekali terdengar percakapan antara mereka dengan bahasa Daerah mereka yang bercampur, anatara ingris, Melayu, India dan Urdu.

Sebagai simbolik penyerahan bantuan dari Tim HF di wakili oleh Penanggung Jawab Tim Mln.Murtiyono Yusuf Ismail dan penerima adalah salah seorang dari Rohingya Ustad Ahmad Ihsan.  Tentunya hal ini sangan membahagiakan sekali bagi Pengungsi Rohingya.  Pasalnya hari Raya IEDUL FITRI sudah di ujung mata, dan sudah barang tentu kebutuhan-kebutuhan dalam menyambut puasa sangat di butuhkan.  Maka dengan adanya bantuan dari TIM HF ini dapat menambah kebahagiaan dalam menghadapi IEDUL FITRI.  Setidaknya inilah yang dirasa oleh Abu Ahmad ketua dari pengungsi Rohingya-Padang Bulan, Medan.

Atas nama Pengungsi Rohingya Abu Ahmad juga menyampaikan keluh kesahnya kenapa proses suaka untuk suku Rohingya ini paling lama di banding dengan suku atau bangsa lain yang ada di Indonesia ini?  Lebih jauh dia berharap pemerintah Indonesia dapat memberikan tempat tinggal bagi mereka.  Di Medan mereka merasa cukup aman nyaman, semua orang bisa hidup damai di sini.  Tidak menyoal masalah agama dan suku. (M.Sufi)