Advertisements

Kelas Tarbiyat Yang Mengesankan

Tags

, , , , , , , ,

Medan (mubarak) 4 Januari 2012.  Dalam rangka mengisi liburan anak-anak sekolah maupun kuliahan, Qaid Daerah SUMUT Wilayah Barat & Wilayah Timur  yang ditunjuk selaku kordinator Pelaksana Kegiatan kembali menyelenggarakan acara Kelas Tarbiyat yang merupakan agenda  Sekretaris Tarbiyat Pengurus Besar (PB JAI) di penghujung akhir tahun 2011. Walaupun ada kesamaan tanggal dalam pelaksanaan Kelas Tarbiyat tahun 2011 ini dengan pelaksanaan Kelas Tarbiyat tahun sebelumnya yaitu sama-sama dilaksanakan pada tanggal 24 – 27 Desember, namun ada perbedaan dalam hal jumlah peserta dll. Kalau dalam Kelas Tarbiyat Tahun sebelumnya jumlah peserta hanya mencapai 80 orang saja, sementara dalam pelaksanaan Kelas Tarbiyat Tahun ini animo peserta semakin meningkat hampir mencapai angka 50% lebih, ini terlihat dengan jumlah peserta menjadi 133 orang sesuai dengan harapan dan target dari Pantia.

Acara Kelas Tarbiyat yang dimulai pada Sabtu malam 24 Desember 2011, setelah diawali sambutan dan diiringi doa pembukaan yang dipinpin langsung oleh Bapak Mubaligh Wilayah SUMUT Wilayah Barat, Mln Murtiyono Yusuf Ismail dengan ucapan Basmalah secara resmi acara Kelas Tarbiyat ini dimulai. Mengiringi hari pertama Acara Kelas Tarbiyat seperti biasa tidak pernah absen dan terlewat sebelum memasuki ruangan belajar, seluruh peserta tidak terkecuali harus rapih berbaris membentuk barisan berbanjar untuk mengikuti Apel Pagi sesuai dengan Hizebnya masing-masing yang sudah diatur oleh panitia, hal ini untuk memudahkan pengawasan dan pengontrolan terhadap para peserta dalam segala kegiatan.

Setelah melaksanakan apel pagi selama kurang – lebih 15 menit, para peserta diabsen masuk ke ruang kelasnya masing masing sesuai dengan tingkatan usia dan juga kelasnya, mereka belajar dalam kelas sampai pukul 12.00 Wib/menjelang Shalat Dzuhur.  Setelah Shalat Dzuhur jama’ Ashar kemudian dilanjutkan makan siang.  Untuk menghilangkan kepenatan dan kejenuhan para peserta karena seharian mereka belajar, maka panitia acara menyajikan bebagai macam games/permainan menarik yang bisa menghibur mereka.  Diantaranya: Game sarung Lingkar antar Hizeb, tusuk balon saling berlawanan, menata gelas & yang tak kalah seru dan paling diminati oleh seluruh peserta terutama Khuddam maupun Athfal adalah pertandingan Futsal. Untuk Panitia Acara LI & NAI pun tidak kalah serunya mereka  &  menyuguhkan game-game yang menarik dan mengocok perut semua yang menyaksikannya. Untuk malam harinya selain mereka dihidangkan game – game yang menyehatkan tubuh bagi para peserta semua, panitia pun menyuguhkan Game-game kerohanian untuk para peserta.   Agar yang mereka santap itu menjadi seimbang antara sajian jasmani & rohani.

Setelah acara perlombaan kerohanian para peserta pun diharuskan pergi berlabuh ke pulau kapuk/tidur,  guna mempersiapkan jiwa raga semua peserta dalam menyambut & menyongsong hari esok yang penuh semangat, motivasi hidup yang  lebih baik lagi dari pada kemarin dengan siraman rohani yang bisa menyejukan Qalbu para peserta dari para Mubaligh/Panitia.  Seperti itulah kegiatan mereka selama  4 hari dalam acara tersebut.

Di hari terakhir Acara Kelas Tarbiyat Tahun 2011 ini, karena semua agenda belajar maupun perlombaan yang disajikan oleh Panitia acara sudah selesai, maka para peserta kelas tarbiyat diajak Berwisata Religi ke sebuah Wihara terbesar se Asia Pasifik yaitu Vihara yang terletak di Komplek Perumahan yang ada di Cemara.  Tempat Wisata Religi yang sama seperti Wisata Religi Kelas Tarbiyat tahun sebelumnya,  yang sebelumnya Panitia sudah mensurvei ke sebuah Kuil Hindu yang berlokasikan di Kampung Keling/kampong Madras istilah untuk lingkungan tempat tinggal orang-orang India yang mayoritas berdomisili di Medan. Dikarenakan suatu hal dan pertimbangan keamanan dll, Panitia meutuskan tidak jadi untuk berkunjung ke Kuil Hindu tersebut.  Sebagai ganti dan mengobati akan kekecewaan para peserta, maka akhirnya Panitia Menentukan tempat Wisata Religi yang sama dengan tahun sebelumnya sehingga hal ini pun tidak menyurutkan semangat para peserta semuanya.

Sepulangnya dari Wisata Religi kemudian dilanjutkan dengan Shalat Dzuhur jama’ Ashar dan makan Siang.  Tepat pukul 15.00 WIB acara Penutupan pun dimulai, seperti biasa sebelum amanah dan doa penutup acara yang selau dinanti –nanti oleh para peserta adalah pembagian hadiah dari berbagai macam game baik jasmani maupun rohani, dan juga juara-juara lainnya.  Para peserta pun merasa sangat senang dan antusias dalam  mengikuti acara Kelas Tarbiyat pada kesempatan tahun ini, hal ini  terucap dari salah seorang peserta yang baru pertama kalinya mengikuti acara tersebut dalam pesan dan kesan yang disampikannya dihadapan para peserta Kelas Tarbiyat.  Memang Kelas tarbiyat tahun ini lebih tertib, lebih khidmat, peserta juga bertambah, antusias ana-anak juga tampak di muka mereka dalam mengikuti setiap kegiatan Kelas Tarbiyat.  Akhirnya dengan diawali sambutan yang dibawakan oleh Bapak Mubaligh Wilayah SUMUT Wilayah Barat & Aceh, Mln. Murtiyono Yusuf Ismail,” dengan mengucap hamdallah acara Kelas Tarbiyat tahun ini secara resmi kami tutup, sampai jumpa lagi di momen-momen Kelas Tarbiyat yang akan datang, semoga Allah Ta’ala mengizinkan kita untuk dapat bertemu kembali dalam Kelas Tarbiyat yang akan datang.”  (Sarmad)

SKILLS TRANING CLASS

Tags

, , , , , , , , , , , , , , , , ,

Medan,(Mubarak).  Setelah shalat maghrib para peserta mulai berdatangan ke mesjid mubarak Medan.  (09/07). Tidak lain kedatangan mereka ke Mesjid Mubarak adalah untuk mengikuti SKILLS TRANING CLASS (STC) yaitu Kelas Pelatihan Ketrampilan yang di pusatkan di Rumah Missi.   Acara ini untuk yang pertama kalinya dilaksanakan secara gabungan walau pun sebelumnya anggota  Medan secara khusus sudah melaksanakan kegiatan keterampilan tersebut.

Walaupun rasa penat dan kantuk menghinggapi mereka, hal itu tidak menyurutkan semangat dan animo para peserta untuk mengikuti kegiatan STC, yaitu dengan banyaknya yang hadir terlihat jelas tidak hanya tua, muda, bapak-bapak dan ibu-ibu saja, tapi anak-anak athfal pun mereka cukup antusias dan serius dalam memperhatikan dan mendengarkan arahan, penjelasan, tanya-jawab dll dari para Tutor/pemateri. Peserta yang hadir dalam acara Pelatihan Keterampilan tersebut kurang lebih sebanyak 30 orang dari berbagai Cabang Jemaat yang ada di SUMUT Wilayah Barat & Wilayah Timur.  Data info yang di dapat bahwa, para peserta sebelumnya memang sudah di registrasi untuk mengikuti pelatihan.  Umumnya bagi mereka yang memiliki jiwa wirausahadan ketrampilan agar nantnya dapat mengembangkan sendiri di daerah mereka.

Acara Pelatihan Keterampilam tersebut dibagi kedalam dua sesi, sesi pertama diisi dengan Pelatihan Keterampilan IT( cara merakit Komputer) dan sesi yang kedua diisi dengan Pelatihan Keterampilan Menyamblon ( cara & teknis menyablon yang baik).  Sesi yang pertama ini dilaksanakan pada Sabtu malam, (9/07).  Acara yang dimulai setelah shalat Isya yang dipandu langsung pakar IT Jemaat Medan dengan Tutor Muhammad Syarif  menjelaskan cukup panjang lebar dan detail tentang perjalanan sejarah komputer hingga sekarang.  Kemudian bagaimana cara merakit computer, penjelasan yang panjang lebar dan detail tersebut membuat para peserta STC menjadi kebingungan. Karena sebagian besar peserta yang hadir adalah para pemula dalam pengetahuan IT khususnya dibidang Komputer ini.  Sehingga banyak menimbulkan pertanyaan dari para Peserta Keterampilan.  Tetapi syukurlah setelah banyaknya pertanyaan, para peserta mulai dapat memahami permasalahan komputer itu sendiri.  Bahkan Bp Miswanto sendiri yang tadinya tidak mengerti bagaimana itu komputer sekarang beliau memiliki keyakinan dapat merakit komputer.  Asala ada kemauan tambahnya.  Sesi pertama ini berlangsung selama 4 Jam sampai pukul 23. 30 malam, setelah acara sesi pertama selesai para peserta disuguhkan dengan berbagai macam tayangan Penyablonan pada Kaos dari beberapa Negara di Dunia, ada penyablonan secara sederhana/ manual yaitu masih menggunakan jasa manusia, ada juga yang menggunakan Fasilitas Modern yaitu dengan Menggunakan Mesin Sablon. Mulai dari Pemberian cat sampai Finishing/pengeringan sablon tersebut. Sehingga hal itu bisa membuat para peserta yang tadinya sudah mengantuk sekali pun terbangun lagi melihat tayangan penyablonan kaos tersebut. Yang paling menarik tentang penyablonan kaos yang ada dalam tayangan tersebut adalah yang berasal dari Negara India, dalam teknis penyablonannya tersebut ada adegan menginjak kain sablon tersebut.

Setelah shalat Shubuh para peserta usai menikmati hangatnya teh & sarapan pagi, tepat pukul 08.00 Wib.   Acara sesi kedua yaitu Pelatihan Keterampilan Menyablon langsung dimulai dengan Tutor Bapak Mubaligh Wilayah Medan, Mln. Murtiyono Yusuf Ismail. Berbeda dari sesi pertama dalam sesi kedua ini para perserta lebih bersemangat dan antusias lagi dalam mengikuti Kegiatan Pelatihan tersebut, karena pikiran pun masih fress dan fisik pun makin lebih bergairah setelah diistirahatkan beberapa jam sebelumnya.

Selama kurang lebih dua jam tutor dengan begitu santainya menyampaikan materinya, karena saking semangat dan antusiam para peserta banyak yang bertanya disela-sela tutor sedang menyampaikan materinya, sehingga hal itu menambah hidup suasana dalam Pelatihan Keterampilan Menyablon sesi kedua ini.  Setelah Tutor usai menyampaikan materinya, akhirnya yang ditunggu-tunggu para peserta pun sudah diujung mata yaitu mereka ingin langsung memperaktekan apa yang sudah mereka dapatkan dari Tutor tentang bagaimana menyablon pada kain/kaos tersebut.

Satu persatu sebagian peserta maju unjuk kebolehan untuk praktek langsung cara menyablon kaos pada kain, yang sebelumnya sudah diawali oleh tutor. Ada yang menyablon di atas jaketnya, ada yang di tishirt dalamnya, ada juga yang dikaos bola bahkan ada juga yang gagal karena kurang pas waktu mengepres cetakan sablonnya.  Namun para peserta semuanya merasa puas dan bangga karena mereka sudah dapat bekal ilmu dan Pengetahuan yang bisa mereka kembangkan dan karyakan guna kelangsungan hidup mereka dimasa yang akan datang. Sarmad

Jurnalisme Narrative Intolerance Dalam Liputan Isu Pluralisme

Tags

, , , , , , , , , , , , , ,

Medan, (Mubarak).  Senin (25/06), kira-kira pukul 09.15 WIB kami berenam yang terdiri dari Mln. Murtiyono Yusuf Ismail selaku Mubwil Sumut Barat, Mln. Surya Ahmadi  muballigh jemaat Namorambe, Mln. Sattar muballigh jemaat Berastagi dan tiga orang Lajnah tiba di sebuah Restourant Koki Sunda Jln. Hasanuddin No.1 Medan, dalam rangka menghardiri undangan seminar yang diselenggarakan oleh Aliansi Sumut Bersatu bekerjasama dengan KIPPAS dan didukung oleh Yayasan Tifa Jakarta. Kali ini tema yang diangkat ialah “Jurnalisme Narrative Intolerance Dalam Liputan Isu Pluralisme”  yang mengangkat studi kasus berita penurunan Patung Amithaba di Tanjung Balai Sumut.

 

Sebagai informasi bahwa polemik keberadaan patung Amithaba Vihara Tri Ratna kota  Tanjung Balai mulai muncul pada tanggal 30 Mei 2010. Sekelompok ormas islam di kota itu mendesak agar patung Amithaba diturunkan dari atas Vihara tersebut yang sudah dibangun dan diresmikan oleh wali kota Tanjung Balai pada bulan November 2009. Desakan disampaikan melalui DPRD dan pemerintah Kota Tanjung Balai karena dinilai keberadaan patung itu sebagai berhala dan merusak citra kota Tanjung Balai sebagi kota Islami. Sehingga oleh Walikota yang sama patung itu pun diturunkan beberapa bulan yang lalu.

Acara dibuka oleh Veriyanto yang akrab dipanggil Bang Very sebagai Direktur Aliansi Sumut Bersatu untuk menyampaikan maksud dan tujuan dilakukannya seminar ini. Selanjutnya acara dimulai oleh narasumber pertama Pamilianna Pardede Analis Media dari KIPPAS yang dalam majalah KUPAS edisi bln April 2011 ini juga memuat 20 halaman  berita khusus tentang Ahmadiyah terkait peristiwa Cikeusik dan dibagikan kepada seluruh peserta seminar. Beliau mempresentasikan hasil penelitiannya dari lima media surat kabar sebagai sample yang dianggap familiar di Sumut yang ikut memberitakan penurunan patung Amithaba tersebut. Adapun kelima media tersebut yaitu harian Waspada, Tribun, Berita sore, Medan Bisnis, dan Sinar Indonesia Baru. Dari hasil penelitiannya terbukti bahwa sejumlah media dalam memberitakan kasus tersebut sangat tidak berimbang. Sebagai contoh harian Waspada lebih dominan menampilkan narasumber dari organisasi Islam seperti FKUB, FPI Tanjung Balai, ketua komisi A DPRD, Gerakan Islam Bersatu (GIB), aktivis LSM yang pro penurunan dan Pemuka Agama Tanjung Balai. Seluruh narasumber yang ditampilkan ini adalah pihak-pihak yang menyetujui penurunan patung Budha Amithabaa. Sedangkan narasumber dari pihak Vihara hanya diberi ruang yang sangat sedikit yaitu sekitar 1-3 alinea dari 10-13 porsi alinea pemberitaan surat kabar ini. Sehingga  dari 7 berita dengan total 51 alenia, 45 alenia pro penurunan dan hanya 6 alenia yang diambil dari pihak Vihara.

Acara selanjutnya disampaikan oleh narasumber ke 2 yaitu ibu Aufrida Wisni Warastri seorang jurnalis harian kompas Medan yang menanggapi hasil penelitian dari KIPPAS tersebut. Beliau mengatakan bahwa pada hakikatnya wartawan sebagai jurnalis terikat oleh aturan-aturan yang disebut kode etik jurnalistik. Sebagai contoh di dalam salah satu sembilan elemen jurnalisme poin pertama menyebutkan “kewajiban pertama jurnalisme adalah pada kebenaran”.  Pada pasal 1 juga disebutkan “Wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk”.  Dengan adanya panduan tersebut seharusnya menjadikan media bersikap idealis dan independen. Wartawan yang akrab disapa mbak Wisni ini walaupun medianya tidak diteliti oleh KiPPAS namun beliau tidak memungkiri bahwa selalu ada pertentang antara idealis dengan bisnis sehingga  pemberitaan yang dilakukan oleh media lokal di Sumut masih bias dan tidak berimbang.  Diakui juga bahwa Editor sangat berpengaruh dalam menentukan sebuah berita layak atau tidak layak untuk dimuat. Maka ketika wartawan apalagi editor belum selesai dengan problem pluralisme dan multikulturalisme yang menghidupi bangsa ini, mereka akan kerepotan menyajikan berita yang berimbang pada pembaca.

Selanjutnya acara dibuka dengan tanya jawab yang sudah tentu penanya akan banyak mengkritik narasumber pembicara kedua sebagai wartawan/ jurnalis yang menyimpulkan media sebagi kompor karena telah memprovokasi masyarakat dengan berita yang tidak berimbang. Salah satunya Mln. Surya Ahmadi muballigh jemaat Namorambe memaparkan bahwa apa yang dialami oleh umat Budha di kota Tanjung Balai, seperti itulah perlakuan media yang selama ini dialami oleh jemaat Ahmadiyah khususnya di Indonesia. Banyangkan 5i alinea dari 7 berita hanya 6 alinea dari sumber aslinya, lantas informasi apa yang kita peroleh dari seklumit berita tersebut?. Selanjutnya Mln. Surya Ahmadi juga melontarkan pertanyaan langsung kepada para peserta yang hadir disana “siapa diantara saudara-saudara yang mengetahui tentang Ahmadiyah langsung dari sumbernya? Tampak peserta tidak ada yang menjawab, lantas beliau melanjutkan “ saya yakin saudara-saudara disini hanya mengetahui informasi tentang jemaat Ahmadiyah hanya dari media yang porsi alineanya sangat-sanyat tidak berimbang yang isinya hanya berupa hujatan dan fitnahan yang memicu kebencian masyarakat muslim Itulah yang terjadi selama ini. Tampak tersindir seorang mahasiswi jurnalis bertanya setelah itu, “ Bang kalo Ahmadiyah di medan ini dimana aja bang…?

Senada dengan peserta lain yang juga seorang wartawan media Global Medan saudara Warsito, beliau memberikan tanggapan bahwa apa yang dipelajari dimasa pendidikan tiori jurnalistik sangat baik sekali, namun pengalaman dilapangan membuktikan bahwa tiori tersebut tidak berlaku ketika disusupi oleh berbagai kepentingan yang ujung-ujungnya lebih mengedepankan bisnis alias uang.

Lebih ekstrim lagi oleh seorang editor Nias Bangkit Bapak Girsang setelah beliau memberikan berbagai komentar yang menyudutkan media beliau mengatakan bahwa sejumlah berita di dalam media yang meliput dan membesar-besarkan sara merupakan berita sampah.  Yang seperti ini harusnya tidak usah naik cetak.

Pada sesi akhir tanya jawab Mubwil Sumut Barat Mln. Murtiyono Yusuf Ismail juga memberikan komentarnya, beliau mengatakan “ bagaimana pun tidak dapat di pungkiri, bahwa media pasti akan berpihak.  Tetapi dia tetap harus netral.  Untuk itu ada tiga elemen yang barang kali bisa menjadi kontrol pers. Pertama, Media harus profesional, dan membenahi diri dengan menyajikan berita-berita yang berdasar dan tidak profokatif dan mengembangkan wawasan toleransi.  Kedua, Bagi [pihak yang memang merasa tersudutkan oleh pemberitaan, maka diperluan pendekatan-pendekatan dan kesadaran kritis untuk kemudian dapat membangun komunikasi yang baik dengan para pelaku media.  Dan yang ketiga, adalah hendaknya masyarakat juga kritis terhadap pemberitaan-pemberitaan yang beredar di masyarakat.  Jika ditemukan suatu media sangat profokatif maka masyarakat dapat menghukum media itu sendiri, misalkan dengan cara memboikot untuk tidak membeli medianya dll.

Selanjutnya acara ditutup sampai pukul 12.30 dilanjutkan makan siang dengan menu khas Sunda pada kesempatan itu lah undangan dari Jemaat Ahmadiyah berkesempatan berbincang-bincang dengan narasumber, para peserta dan berkumpul dengan panitia hingga tidak terasa waktu menujukkan pukul 15.30. S. Ahmadi

IJTIMA’ MKAI MEDAN DI PENANGKARAN ORANG UTAN

Tags

, , , , , , ,

Medan, (Mubarak).  Sabtu pagi itu (12/07)tampak cerah.  Angin bertiup tak terlalu kencang. Satu Bis Murni tampak stand- by di depan masjid.  Rupanya Majlis Khuddamul Ahmadiyah Medan sedang punya gawe.  Untuk mengisi liburan mereka mengadakan acara tahu nan yakni Ijtima’.  Para peserta Ijtima mulai berkumpul di Mesjid Mubarak Medan. Peserta dari cabang luar Medan sudah mulai berkumpul sehari sebelumnya. Peserta yang berangkat dari Medan meliputi cabang Medan, cabang Belawan, dan cabang Berastagi. Tepat pukul 09.30 Wib diawali dengan doa yang dipimpin oleh Bapak Mubwil Murtiyono rombongan pun berangkat menuju Bukit Lawang dengan sebuah bus. Bukit Lawang adalah sebuah kawasan objek ekowisata yang terletak di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, tepatnya di Bahorok, Langkat, Sumatera Utara.  Daya tarik utama objek ekowisata Bukit Lawang ini adalah lahan rehabilitasi Orangutan Sumatera (Pongo Abelii), dimana para pengunjung dapat melihat dengan dekat bagaimana kehidupan Orangutan Sumatera ini.  Selain itu Bukit Lawang juga dialiri sebuah sungai yang besar dan jernih yang bernama Sungai Bahorok. Kita dapat mengarungi jeram Sungai Bahorok dengan menggunakan ban (Tubbing) dan rubber boat yang dapat memacu adrenalin. Kawasan Bukit Lawang ini pernah diluluh lantahkan oleh banjir bandang pada November 2003, namun kembali dibangun menjadi sebuah kawasan wisata yang patut dikunjungi di Sumatera Utara.  Atas dasar inilah Ijtima MKAI Sumatera Utara Wilayah Barat 2011 diadakan di kawasan Bukit Lawang ini.  Sepanjang perjalan menuju Bukit Lawang, pemandangan didominasi oleh perkebunan sawit yang membentang luas di kiri dan kanan jalan yang kami lewati, sesekali terdapat pemukiman penduduk diantara perkebunan sawit yang luas.  Setelah empat jam perjalanan, akhirnya kami tiba di kawasan Bukit Lawang.  Tampak juga MKAI cabang Namorambe yang baru juga tiba tidak lama dari bus rombongan Medan. Setelah menurunkan barang-barang dari bis, kami mulai berjalan menuju lokasi tepatnya Ijtima diadakan yang bera

da diseberang sungai.  Kami harus melewati sebuah jembatan kayu gantung sepanjang kurang lebih 100 meter untuk dapat sampai di lokasi. Tawa ceria adik-adik Athfal terpancar saat melewati jembatan gantung ini.  Dengan kondisi jembatan yang bergoyang ini mengharuskan adik-adik Athfal untuk dapat menjaga keseimbangannya agar tidak terjatuh. Hal ini juga tidak luput pengawasan dari Khudam.

Para peserta yang sudah berada di lokasi mulai membereskan barang-barang dan mulai membangun tenda serta persiapan makan siang. Tepat pukul 16.30 Wib ba’da sholat Zhuhur jamak Ashar pembukaan acara ijtima pun dimulai. Upacara dipimpin oleh saudara Yohan (QM Belawan) dan dibuka oleh bapak Murtiyono (Mubwil).  Ijtima 2011 ini dihadiri oleh 5 cabang dari Sumatera Utara Wilayah Barat. Cabang Medan dengan 15 khudam dan 11 Athfal, cabang Namorambe dengan 11 Khudam dan 5 Athfal, cabang Belawan dengan 7 Khudam dan 1 Athfal, cabang Hinai dengan 3 Khudam, dan terakhir dari cabang Berastagi dengan 2 Khudam dan 2 Athfal.  Jumlah Total peserta Ijtima 2011 dengan Khudam 39 peserta dan Athfal 18 Peserta.

Ada hal unik pada upacara pembukaan Ijtima 2011 ini. Para wisatawan mancanegara (bule) yang lewat disekitar tempat upacara banyak yang menonton dan ada juga yang menghampiri. Hal ini tidak disia-siakan untuk dapat berbagi cerita dengan bule tersebut. Bapak mubaligh pun tidak ikut ketinggalan untuk mengajak bule tersebut bermain tenis meja. kehangatan sore itu seakan menyampaikan pesan bahwa islam cinta damai, cinta akan semua tiada kebencian bagi siapapun.

Acara sore itu pun mulai diisi dengan perlombaan pesan berantai yang dimainkan didalam sungai. Dimana setiap hizeb diharuskan menyampaikan pesan dari orang pertama sampai orang terakhir.  Canda tawa ceria lepas sore itu disungai bahorok hingga petang menjelang.  Malam hari ba’da sholat Maghrib jamak Isya dan makan malam, pesera mulai berkumpul dan mengikuti perlombaan-perlombaan yang sudah disiapkan panitia. Perlombaan dimulai dengan Last Man Standing, dimana setiap hizeb harus menjawab pertanyaan yang diberikan para mubaligh hingga satu orang dari anggota hizeb yang bertahan. Orang terakhir dari setiap hizeb yang bertahan kemudian diadu lagi dengan orang terakhir hizeb lainya. setelah itu perlombaan dilanjutkan dengan memasukkan roti dari dahi menuju mulut, dimana setiap perwakilan hizeb baik Athfal dan Khudam harus memasukkan roti yang diletak didahi hingga masuk menuju mulut dengan tidak boleh menggunakan tangan. Tawa lucu dari perlombaan ini menambah suasana hangat pada malam itu. Sebelum istirahat peserta pun menyantap ikan bakar yang makin menambah suasana keakraban malam itu. Setelah semua ikan disantap habis para peserta pun beristirahat.  Minggu pagi diawali dengan sholat tahajud berjamaah dilanjutkan dengan sholat subuh, peserta mulai sibuk mempersiapkan makan pagi untuk mengisi tenaga untuk mengikuti cross country yang dijadwalkan pagi ini oleh panitia. Setelah makan pagi acara cross country pun dimulai.  Para peserta melewati rute-rute yang dipersiapkan panitia untuk sampai ke pos-pos yang sudah ditentukan. Tangtangan pada cross country ini yaitu menyebrang sungai, Mencari batu, serta menghitung tali pada jembatan gantung.

Setelah melewati semua tantangan cross country para peserta langsung terjun menuju sungai, air yang jernih dan bersih menambah kesegaran pagi itu. Ada yang melompat dari tebing disekitar sungai, ada juga yang bermain berenang mengikuti arus yang tenang. Saat asik bermain air terlihat seekor orangutan sumatera tampak bergantungan diatas pohon sekitar sungai bersama anaknya. Sontak semua mata tertuju padanya. Setelah lelah bermain air para peserta kembali ke camp masing-masing dan mempersiapkan makan siang dan mulai membereskan tenda masing-masing.

Ba’da sholat zhuhur jamak ashar acara penutupan ijtima 2011 dimulai. Para peserta pun berkumpul dan acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh bapak murtiyono.  Setelah doa, acara pembagian hadiah menjadi acara yang paling ditunggu-tunggu. Para peserta pun membereskan dan membersihkan lokasi ijtima sebelum berangkat pulang menuju rumah masing-masing. Fahim A

AKHIR PEKAN PENUH DENGAN PENGKHIDMATAN

Tags

, , , , , ,

Medan, (Mubarak).  Malam minggu  ke empat di akhir bulan Juni (25/06)tepatnya ba’da magrib sekitar 15 anak athfal dari cabang Medan berkumpul di Masjid Mubarak untuk menjalani program athfal yang setiap dua minggu sekali di adakan yaitu pengajian athfal. Dengan penuh antusias para adik-adik athfal mendengarkan nasihat yang di sampaikan oleh bapak Mubaligh Wilayah Bapak Murtiyono Yusuf Ismail dan nazim athfal Fahrizal Ahmad Tarigan.

Setelah pengajian Athfal selesai dan dilanjutkan dengan sholat Isa berjamaah para athfal lagsung kembali duduk di mesjid untuk melanjudkan acara yaitu malam athfal, seperti biasanya malam athfal di pimpin oleh nazim athfal sendiri dan Qaid Majelis Fahim Ahmad.   Acara yang di isi seperti biasa yaitu para adik-adik athfal mendapatkan pertanyaan dari Qaid dan dari nazim athfal seputar kejema’atan.
Setelah waktu menunjukan pukul 22.00 wib acara malam athfal selesai,tetapi acara athfal belum berakhir sampai di sini karena para adik2 athfal harus tidur di mesjid. Karena besok paginya pukul 04.15 harus bangun untuk mengikuti program cabang yaitu tahajud berjamaah dengan bapak2 anshor dan kakak2 khudam.  Pada hari minggu paginya tepatnya pukul 10.00 wib adik-adik athfal kembali berkumpul di mesjid untuk mengadakan kelas ta,lim bersama dengan anak-anak nasirat.
Walaupun semalaman penuh dengan kegiatan tetapi adik-adik athfal masih semangat untuk belajar di kelas ta,lim tanpa sedikitpun merasa ngantuk pada waktu belajar, semangat mereka terpicu karena siang harinya tepatnya selesai sholat Zuhur mereka akan represing ke kolam berenang Deli. Setelah waktu menujukan pukul 14.00 wib adik-adik athfal dengan persiapan masing-masing berupa perlengkapan renang dan bekal yang cukup langsung menyerbu mobil Xenia yang dikendarain oleh bapak Murtiyono (MUBWIL) beserta istri beliau Ibu Anis.
Para rombongan langsung berangkat menuju lokasi kolam, setibanya rombongan tiba saya nazim athfal dan yang
lainya tidak langsung masuk ke lokasi, kami membeli tiket untuk sejumlah anak yang akan berenang.
setibanya di lokasi kolam, adik-adik athfal langsung mengganti pakaian renang dan tanpa basa-basi langsung nyebur ke kolam.  Tanpa terasa sangking asiknya berenang waktu pun sudah menunjukan pukul 17.30 wib, karena sudah sore para athfal pun langsung menuju kamar ganti untuk mengganti baju yang basah. Tepat pukul 18.00 wib kami berangkat pulang setibanya sampai di mesjid kami kembali pulang ke rumah masing-masing dengan perasaan senang.  Semoga aktivitas ini bisa menginspirasi adik-adik athfal dan menambah semangat dalam menjalani hari-hari ke depan.   Amin.   Fahrizal Ahmad Tarigan (Nazim Athfal)

TIM FUTSAL MUBARAK FC

Tags

, , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Medan, (Mubarak)

(02/01) sore itu 14.00 WIB, Tim Futsal  Mubarak FC yang di Komandoi oleh Fahrizal Ahmad Tarigan Nz. Sehat Jasmani nampak sibuk.  Ini tak lain siang ini mereka akan mengadakan latihan rutin.  Tidak lazimnya memang mereka mengadakan latihan rutin pada pukul 14.00 WIB dari yang biasanya pukul  16.00 ba’da Sholat Ashar.  Namun yang lebih penting dari itu TIM Futsal ini sudah beberapa kali mengukuti turnamen tingkat Medan.  Sebagaiman yang telah di katakana oleh Penasehat TIM Mubwil . Mln. Murtiyono Yusuf Ismail, bahwa Tim ini tidak hanya terdiri dari para Khudam saja, tetapi siap pun itu dia bisa bergabung maka dari itu tim ini juga terdiri ghaer 4 orang simpatisan.  Dibawah Panji MKAI lah Tim Futsal ini mulai merambah dan di kenal dikalangan menjamurnya Tim Futsal di Medan.  Dalam beberapa kali Tim ini sparing partner dengan Tim lain, sebut saja Tim Futsal dari perusahaan AC Hardwere, Tim Futsal Restoran Nelayan, dan beberapa kali Tim Futsal dari Organisasi kepemudaan di kota Medan.  Alhamdulillah dari beberapa permainan kita masih mendominasi dalam hal kemenangan.

Tim Futsal MUBARAK FC juga mengucapkan jazakumullah kepada MKAI Makassar –SULSEL, berkat merekalah kami memiliki dua lusin seragam latih tanding dan seorang donator dari simpatisan satu lusin rompi latihan dan satu buah bola Futsal.  Semua ini ada berkat keseriusan dan konsistensi pengurus serta anggota dalam memajukan MUBARAK FC.  Bahkan beberapa kali anggota MUBARAK FC sempat dilirik untuk ikut memajukan Tim Futsal lainnya.  Semua sarana ini menjadi penyemangat Khudam dan para pecinta olah raga untuk memajukan Tim ini.

Bagi Tim Futsal yang ingin menguji ketangguhan Tim Futsal MUBARAK FC-Medan ditunggu kabarnya.  Semoga kita dapat bertemu dalam dalam acara-acara PORNAS kah.  Salam dari kami MUBARAK FC untuk Tim Futsal MKAI di seluruh Indonesia. Fahrizal Ahmad Tarigan

PEKAN ATHFAL ON VOCATION

Tags

, , , , , , , , , , , ,

Di sungai mandi pagi

Medan, (Mubarak)

Kemeriahan akhir tahun Masehi pasti di rayakan di seluruh dunia, begitu pila yang di rasakan Athfal di Sumatera Utara Wilayah Barat (Medan).  Dengan diadaknnya Pekan Athfal bertema Athfal on Vocation  banyak Athfal yang antusias mengikuti acara tersebut.  Pekan Athfal di akhir tahun ini mengmbil lokasi di Jema’ah Rampah Baru-Namorambe dimana Mln. Surya Ahmadi  yang menjadi Muballigh di sana.  Pekan Athfal akhir tahun ini di ikuti empat Jemaah Lokal, yaitu Namorambe, (tuan rumah sendiri), Medan, Tanjung Morawa dan Belawan dengan jumllah keseluruhan peserta 17 orang.  Rupanya acara Pekan Athfal ini mampu menyedot minat dari LI dan Nashirat untuk ikut bersama-sama membuat kegiatan yang sama.  Maka tak pelak lagi acara semakin bertambah meriah.

Dengan lokasi aoutbound di sebuah ladang milik anggota, nampaknya cukup memberikan tantangan tersendiri bagi para peserta.  Di tengah-tengah kondisi natural perkebunan coklat, padi, singkong  dan sungai turut memberikan suasana segar bagi pesrta.  Pekan Athfal akhir tahun ini dimeriahkan dengan banyak kegiatan seperti hapalan Juz Amma, tebak gerak, Api unggun, dan mandi-mandi di sungai yang sangat di minati para Athfal.  Kondisi terjal dan licin Karena semalam di guyur hujan sangat memberikesan tersendiri bagi peserta, Nampak sesekali peserta terjatuh dalam perjalanannya menuju lokasi.  Pekan Athfal ini di hadiri oleh Mubwil SUMUTWILBAR Mln. Murtiyono Yusuf Ismail, Mln Surya Ahmadi, Qaid Majlish Bang Fahim Ahmad dan Nazim Athfal Bang Fahrizal Ahmad.

Para Athfal di SUMUT tidak manja, buktinya mereka dengan susah payah mendirikan dua tenda sendiri.  Mengenai logistic, mereka pun mandiri dengan membawa telur, indomi dan beras untuk dua kali makan malam dan sarapan pagi.

Mudah-mudahan Pekan Athfal di akhir tahun ini, membuat para Athfal bertambah dewasa, mandiri dan selalu taat menjalani hidupnya sebagai seorang ahmadi yang mukhlish.  Amin. FA Tarigan

 

Masjid Mubarak Medan di Bongkar

Tags

, , , , , , ,

Medan, (Mubarak)

Bebarapa bangunan yang ada dalam badan Masjid Mubarak Medan di bongkar dan direnovasi kembali, Senin (27/10)
Setelah mengalami pergantian pengurus Amilah Jama’ah Medan, ada beberapa masih memegang jabatan lama, dan sebagian juga telah mengalami perubahan. Seperti halnya Sekretaris Jaidad Cabang pun juga mengalami pergantian. Khaerul Ahmad pejabat Jaidad yang lama digantikan oleh Mahmud Ahmad sebagai pejabat baru. Kali ini pejabat baru pun memiliki tugas baru yaitu meneruskan pembanguna Masjid yang sampai hari ini pun belum kunjung kelar. Tanggung jawab besar telah menunggu pejabat baru untuk melanjutkan program-program lama yang belum selesai. Maka tanpa berfikir panjang lagi, dalam rapat Amilah Cabang menunjuk, Penasehat Mubwil SUMUTWILBAR Penanggung Jawab Pembangunan Sekr. Jaidad, Pimpro Khaeruddin Basri, Sekretaris R Fauzy anggota Miswanto dan Fahim.
Adalah melanjutkan kembali pembangunan Masjid yang baru sekitar 50 % adalah program utama Jaidad Cabang Medan. Setidaknya ini lah yang menandai pembongkaran beberapa bangunan sementara yaitu tempat wudhu ibu-ibu yang rencana akan di teruskan dengan pembangunan tiang Masjid. Hal ini dilakukan menurut Pimpro (Bp Khaeruddin Bashri) dikarenakan kurangnya dana sehingga banyak bangunan kondisional yang bersifat sementara, sehingga di perlukan pembongkaran-pembongkaran guna melanjutkan program kerja pembangunan yang telah ditetapkan. Hampir dalam setiap kegiatannya Bp Mubwil memantau dan sesekali mengarahkan secara teknis apa yang menjadi pekerjaan tukang. Harapan beliau semoga kedepan tidak ada lagi pembongkaran-pembongkaran yang tidak perlu dikarenakan bangunan sementara. Atau berusaha menghindari pembangunan-pembangunan yang bersifat sementara. Semoga Jama’ah Medan segera memiliki Masjid yang elegan nyaman dan representative. Tentunya ini bukan pekerjaan yang mudah, diperlukan kesiapan mental, cita-cita serta semangat bersama. Ikram